8/14/09

Seminggu Pertama

Hari Pertama

Selasa, 21/07/2009. Wah, aku kerja praktek (kp) juga. Senang sekali hati ini, a new experienced will begin. Pagi buta harus sudah bangun dan tepat jam 06.00 pagi harus siap di Terminal Bontang. Di sana aku di jemput oleh bis karyawan PT Indominco Mandiri (IM). Satu per satu bis PT Pama Persada (PAMA) datang menjemput karyawan lalu diikuti bis jemputanku. Hohoho, perjalanan akan dimulai.

Kalau kamu pernah ke Samarinda dari arah Bontang, pasti akan melewati terowongan PT IM. Nah, itu baru POS Security atau karena berjarak 10 KM dari Port (Pelabuhan) sering disebut POS 10. terus aku nginap di camp 23 dan kantor utama PT IM sering disebut office 30. Enggak perlu diijelaskan lagi kan, kenapa 23? Kenapa 30? Hohoho, berarti masih 20 KM lagi dari POS Security. Gila!!! Seperti ke PIR aja (orang Bontang pasti tau PIR, kan?). Tapi, diasikin aja lagi. Beuh, baru kali ini aku lihat onggokan batubara (BB) mirip gunung, banyak banget. DI PT IM itu ada 3 crusher : CPP1, CPP2, CPP3. Entah kenapa orang orang sini lebih suka bilang crusher 1 daripada CPP1, padahal crusher berarti penghancur, CPP kependekan dari Coal Processing Plant. Heum... terserah deh.

Sekitar 50 menit, bis sudah tiba di office 30. Ih, karena aku masih newbie, belum apa apa sudah buat kebodohan yang tidak perlu. Dimana mana masuk ke kantor itu pasti lewat receptionist, tapi aku lewat kantin! Untung saja, ibu receptionist itu tanggap dan ramah, jadi aku ditunjukkan ruang tunggu dan receptionist itu berada. Wuuuaaaah, aku bodoh. Sampai jam 08.00 aku nunggu, because ibu yang ku tunggu dan ku cari itu sedang safety talk. Safety talk itu apa? Ya, semacam briefing selama 1 jam mengenai informasi / diskusi keselamatan kerja. Seminggu sekali saja.

Ok ok. Ibu itu memberiku formulir, lalu dia bertanya,"Loh, sendiri?". Aku jawab, "Yah, benar." Padahal seminggu lalu, saya sudah beritahu dia, kalau yang jadi ambil kp hanya aku sendiri saja. Dia bertanya kembali,"Bawa surat keterangan kampus gak?". Aku jawab.''Ga ada dong, kan surat ibu saja baru sampai tadi malam". Pasti kalian bingung, kan? Begini kronologis sebelum ini semua terjadi :

  • Kamis, 16/07/2009 : Aku baru ditelepon perusahaan, kalau jadwal kp aku bisa dimajukan mulai tanggal 21 nanti. Yang tadi aku berasa santai, kp masih agustus, eh, tiba tiba berubah jadi panik, belum beli tiket pesawat, belum ada persiapan (baca baca kek). Sudah gitu, aku belum memutuskan untuk masuk ke departement apa di sana? Surat keberterimaanku nanti akan dititipkan melalui orang, nanti di antar ke rumah.

  • Minggu, 20/07/2009 : Baru terbang, bandung-jakarta-balikpapan-samarinda-bontang. Berapa jam? 15 jam!!!

  • Senin, 21/07/2009 : Surat keberterimaanku baru diantarkan orang itu pada jam 23.00 alias jam 11 malam. O, God. Sudah gitu di suruh bawa pas photo. Yaelah, belum sempatlah aku siapin, mana ada juga tukang cuci photo tengah malam buka. Terpaksa ke warnet. Hehehe, ide yang jitu.

Jadi, tidak mungkinlah, surat konfirmasi kampus ada ditanganku. Tapi mudahan Pak Paino, Pak Maman, dan Bu Tanti, kirimin surat konfirmasi. Tapi aku aja, kagak berdua!

Cukup. Sekarang kembali ke hari pertama kp aku. Sebelum benar benar ke lapangan, aku di suguhi pembekalan dulu, macem macem. Agak gerogi juga melintasi ruang ruang kantor ber AC dingin itu. Tapi, orang orang sana gak ada yang jahat tau, baik semua, apalagi saat aku dengar dialek 'bahasa bontang' yang jarang ku dengar. O, God, i missed that words. Di Bontang, macam macam suku ada, mulai bugis, jawa, banjar, batak, 4 suku ini yang dominan, terus yang tidak gitu dominan juga ada seperti mamuju, madura, dayak, mandar, manado, asmat, ambon, minang, sunda, betawi. Semua hidup rukun, tidak ada perpecahan. Tidak ada rasisme berlebihan juga. Sepakat? Sampai sampai kemarin ada pagelaran Kerukunan Warga Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung. Tapi, kalau sudah ngumpul di Bontang. Di jamin bahasa mereka tetap satu, yaitu bahasa Indonesia yang sudah ke campur dengan bahasa bontang. (Na-, kah-, pale-, bote'-, ais-, etc). Hahahah. Itulah sekilas tentang kota aku.

Kembali ke kantor. Pembekalan apa saja yang aku dapatkan? Macem macem. Oia, kalau di sini disebut Induksi bukan pembekalan. Kayak senam aja (Induksi~Pemanasan), kenapa bukan introduksi yah. Biarlah.

  • General Affairs (GA) : Di sini yah dijelasin tentang PT IM secara umum, terus struktur organisasi, dan semua pihak pihak terkait deh, Biar aku gak bingung, ini apa itu apa, dan harus ngomong kemana.

  • Environtment : Hohoho, ini aku dijelasin tentang hal hal kepatutan yang tidak boleh dilanggar, kan perusahaan ini ada didekat kawasan hutan lindung. Jadi, kita gak boleh macem macem, kayak bunuh binatang liar, nebang pohon, gitu gitu lah. Ada 2 orang yang menjelaskan, yang pertama, aku lupa siapa nama dia, aku juga ga gitu perhatikan, kecil betul volume dia, kayak belum sarapan saja, beda sama yang kedua, keliahatan handal. Aku malah disuruh jelasin sekilas proses penambangan bb. Hohohoh, untung sudah baca baca, jadi tidak kaku. Di sini aku dijelasin juga, teknis perawatan lingkungan setelah pertambangan berakhir atau sering disebut juga reklamasi. Heumm.. menarik juga.

  • Safety : Heheee, aku cuma lihat video saja di sini, baru itu ngobrol deh sama bos safety. Aku tidak tahu kalau dia anak ITB atau bukan, yang jelas topik pembicaraan berubah jadi nostalgia kuliah di Bandung, makanya dia juga tau letak posisi kost ku dimana. Bapak ini juga yang ngantar aku pulang ke mess house, gara gara tidak tahu cara ketinggalan bis. Thank you so much, bapaak, kekhawatiranku pulang jalan kaki menempuh jarak 6 KM, sirna. Bukan ketinggalan, tapi kelewatan, kirain bis itu sistem angkut penumpang saja, eh, ternyata pakai kode dulu. Kebetulan aku menginap di camp 23. Jadi, kalau mau pulang pakai bis, dan bis itu mau lewat di depan mata, angkatlah tanganmu, dan tunjukkan angka 23 pakai jari. Baru dia berhenti. Heuu, maklum masih newbie.

  • Quality : Kalau di sini, aku merasa seperti mentoring mengaji. Tapi yang dibahas bukan ayat ayat Quran sih, tapi ISO dan 5S. Yah, memori memori kelam tentang PBI terungkap kembali, tapi untung hanya pembekalan, jadi diminta untuk profesional, high quality, dan creative. Tenang Pak, 3 kata ini sudah aku banget, percaya deh. Heheheh

  • Security : Heheh, terakhir. Aku bergegas pindah ke POS 10. Di sini ya, dipaparkan tentang sistem keamanan, nanti kalau aku kenapa kenapa bisa langsung hubungi kemana. Di sini ternyata aku gak sendiri, ada kontraktor kontraktor juga yang ikut induksi security sekalian buat Badge Perusahaan.

Hohohoh, inilah hari pertamaku kp, belum ngapa ngapain, tapi oklah untuk dihari pertama. Dari Pos 10 langsung ke camp 23, aku nginap di C2. Sumpah, ini mirip barak tentara. TV cuma ada satu di ujung, nonton bareng bareng, ga ada AC tapi kipas angin berdebu, WC diluar dan mesti gantian. Sabarlah, untung orang orang di sini ramah ramah, jadi aku gak merasa sendirian. Tapi tapi tapi tapiiii, itu tidak berlangsung lama, karena aku dipindakan ke tempat yang lebih layak huni, kalian pun iri kalau aku cerita, nantin aja deh...Kepp stay tune, yak. OK. Time to rest. Ciao.

Hari kedua

Hari ini masih semangat aku untuk bangun pagi. Kalau mbah surip berkata, "bangun tidur, tidur lagi, bangun tidur, tidur lagi, bangun tidur, dan tidur lagi." Beda dengan hari hariku, bangun tidur, kerja, baru tidur lagi. Heum, semenjak awal aku memang salah terlalu gamang menyampaikan aku akan ditempatkan di deparetement apa. Walhasil, mereka menempatkanku di departement laboratorium. Waduh, kok aku merasa agak ganjil ya di sini.

Saat pertama memasuki kantor departement ini, wahaaaa, aku senang dengan orang orang di sini, mereka juga sudah kenal aku walau tidak terlalu detail.

Q : Darimana, dek?

A : Dari ITB

Q : Wah, anak pintar berarti. Kok mukamu gak ada muka muka orang Bandung?

A : Sialan. Aku memang anak Bontang, tapi kuliah di ITB.

Q : O, pantasan. Hehehe. Bontang, daerah mana?

A : Gunung Sari, dekat Toko Perdana Elektronik.

Q : Loh, kenal Dedi? Dekat mana Pak RT? Tau didit kah?

A : Dedi itu tetanggaku, Pak RT itu Bapakku, Didit itu kakakku.

... dst

Kalau memang asli orang Bontang, pasti saling kenal, walau tidak detail. Hehehe, jadi aku tidak terlalu canggung beradaptasi dengan orang orang di sana. Waduh, ternyata aku memang tidak cocok di sini. Mereka (orang HRD) tempatkan aku di sini, gara gara ada istilah kontrol, dan di laboratorium adalah pusat kontrol. Lebih tepat lagi Quality Control. Wow, lebih dominan bau bau kimia di sini daripada spesifikasi jurusanku.

Secara umum, aku bisa gambarin apa yang mereka lakukan di lab ini, terutama berkaitan tentang quality kontrol. Tiap tiap CPP dilengkapi pusat quality kontrol untuk menganalisa seberapa baik kah kualitas bb yang baik, entah itu untuk di ekspor atau di gunakan sebagai bahan bakar. BB yang baik harus sesuai dengan kriteria ISO, berkalori tinggi serta kandungan sulfur kurang dari 0.5 % (kalau gak salah lihat). BB di PT IM ini, termasuk jenis Bituminus, bb peringkat dua. Sehingga kandungan mikrokopis bb tersebut cukup berkualitas.

OK, langkah pertama, tiap tiap onggokan bb segede gunung itu, diambil beberapa sample (sampling). Setelah itu di preparasi, dipanaskan agar moisture (kelembapan) serta struktur bb halus dan siap masuk ke dalam bagian bagian lab untuk di uji. Ada berbagai macam lab yang sudah terfasilitasi dengan baik.

Lab AAS (spektroskopi) : Buat anak Tekim atau Analis Kimia atau Kimia atau material, pasti tidak terlalu asing dengar kata spektroskopi. Yang jelas dengan metode di lab ini, kita jadi tahu kandungan zat yang tercampur dalam bb itu apa saja, bisa juga kandungan toksik terdeteksi. Aku coba arahkan ke bidangku karena alat yang dipakai ada kaitan dengan sensor dan optik. Tapi, diantara semua lab, cuma lab ini saja yang sibuk. Mungkin paling susah kali ya, karena melibatkan berbagai macam reaksi kimia.

Lab CV (Calori Value) : Di sini sudah jelas, sample bb akan dianalisa seberapa kalori yang dikandung. Kalori yang rendah (sesuai kriteria ISO tentang bb) sangat berkualitas.

Lab TS (Total Sulphur) : Hampir berkaitan dengan Lab CV, di sini ada alat yang bernama LECO S144DR yang sudah dilengkapi software, dengan alat ini nanti kita bisa lihat seberapa besar kuantitas sulphur yang terkandung dalam bb. Nah, data ini nanti akan sangat membantu di Lab CV. Aku cuma bisa bertahan di lab ini saja.

Coba coba pelajari komponen alat itu karena ada hubungan dengan kontrol dan indikator, terus ada termal juga. Tapi saat tau cara kerja alat ini, ampun, jadi tidak semangat aku, runtuh runtuh runtuh, tidak jauh beda dengan praktikum kimia dasar TPB. Bahkan supervisor bilang ke aku, kalau kerja di sini tidak perlu capek capek sekolah. Huh, pantas saja semua orang bilang, "santai aja coy'.

Selain lab di atas masih ada lagi laboratorium yang lain, tapi gak sempat masuk. Ada lab FAT (Fusion Air Temperature, kalau gak salah), ada juga ruang asam.

Nah, itu dia hari kedua kpku. Rada rada out of my subject, tapi tak apalah, pengalaman. Oia, kenapa aku suka nongkrong di Lab TS karena di situ ada meja kosong plus komputer yang sudah terkoneksi ke internet. Disitulah aku duduk seharian kalau jenuh, ngapain? Nge-Facebooklah! 0_o ternyata pakai user juga di sini, terus bapak yang bekerja di satu ruang dengan aku bilang,"harus daftar dulu dek". Pas aku buka pakai IE, ohhoho, ternyata bisa di Bypass! (Bukan pekerjaan yang sulit bagi mantan hacker).

Bosen Nge-Facebook, cek cek ah folder di komputer, sampai yang hidden juga aku ku buka. Hehehe, dapat bekas laporan anak KP tahun lalu. Asik, bisa jadi referensi, paling tidak BAB I dan BAB II aman dong. Eh, pas aku selidiki lebih dalam lagi. OMG. Aku menemukan hal hal yang memang sering didapatkan di warnet warnet dan dalam keadaan hidden folder. Apakah itu? BOKEP. Anjiiis, memang yah, gak di kota, di hutan, di sekolah, di kantor, sampai di laboratorium pun, bokep ada dimana mana. Dasar manusia!

Hari ke tiga

Hari ini melakukan hal yang mirip dengan kemarin, tapi semua orang sudah hadir, dan aku beraksi mempelototi mereka. Bagaimana mereka bekerja dan apakah aku bisa melakukan apa yang mereka lakukan. Ternyata memang bisa, kecuali Lab AAS. Pasti aku yakin, kalau mereka lebih antusias dan lebih semangat, pasti kinerja semakin efektif dan efisien, mereka bisa dapat BONUS deh. Tapi, kenyataan yang aku lihat, cuma satu kata, SANTAI. Tidak salah sih, mungkin mereka sudah bertahun tahun mengenyam pekerjaan seperti itu, jadi kalau masalah jenuh atau tidak sudah tidak masuk kategori lagi. Yang penting, i'll do my job well. OK. Dapat diterima.

Aku saja, baru datang kemarin, sudah gelisah tak karuan, apaan ini, sudah tidak terlalu ada keterkaitan dengan bidangku, cuma bisa nge-Facebook aja di dalam lab. Sungguh tidak produktif. Kalau begini, aku harus bertolak ke HRD. Siang ini, saya akan ke HRD untuk berkonsultasi dan meminta untuk DIPINDAHKAN ke departement lain yang jauh lebih tepat sasaran. SUpervisorku sendiri bilang kok, bidang ku agak jauh di departement ini, tapi tetap segala keputusan mereka berikan aku.

Sampai, di HRD, kebetulan orang yang ingin aku temui tidak hadir. Besok jumat pagi saja aku datang kembali. Goodbye departement lab. Maap, pergi tidak pamit, maap sudah buat repot, terima kasih buat Pak Ichsan, Kak Tri, Kak Idham, dll. Nanti aku singgah singgah ke lab.

Hari ke empat

Wow, bisa di bilang ini hari pertama bukan hari ke empat. Pindah departement, dong. Sesuai dengan rencana kemarin, hari ini, pasti aku tidak akan ke kembali ke departement laboratorium. Hohoho, pasti aku akan kangen dengan suasana di sana. Pagi hari aku sudah tiba di office 30 dan menunggu panggilan oleh pihak HRD. Ok, aku dipanggil ke dalam dan bertemu dengan orang yang harus aku temui. Kami berdiskusi tentang kondisiku, kenapa aku mau pindah departement. Dengan panjang lebar aku jelasin sampai kami berpindah tempat ruang diskusi. Finally, deal! Aku di pindahkan ke departement proses produksi.

Langsung pergi ke TKP, aku bertemu dengan Pak Leo, kalau tidak salah alumni Elektro ITB (kalau tidak salah). Wue.. aku malah asik ngobrol sama dia, enak deh, kita ngobrol santai sambil dia korek korek backgroundku apa. Nah, dari ngobrol santai ini, aku dilempar ke departement maintenance. Dia bilang aku leboh cocok di tempat tersebut dan memang benaran sesuai dengan target proposal yang aku kirim. Syuuu..h, Lega. Rasa rasa aku pengen bapak chubby ini jadi pembimbing ku saja. Ok, sebelum ke kantor dept. maintenance aku di ajak ke salah satu pusat PLC bagian automatic sampler. Aku sih senang senang saja, walau itu pertama kali aku lihat modul modul PLC banyak buanget. Terus aku ditanya, "Oia, kalian belajar DCS juga kan?". Aku jawab saja iya. Terus aku di ajak ke bagian mesin automatic sampler, terus dia tanya, "DCS itu yang seperti itu ya?", Duh, gawat aku, keluar sudah bodo' bodo' ku. Aku jawab "Bukan Pak". Patokanku ya seperti yang aku lihat di lab indi di FT ITB. Hehehe. Mudahan benar. Langsung terjun ke kantor maintenance, di sana aku ketemu Pak Karno, alumni elektro ITS. Dia yang jadi pembimbingku. Sambli ngobrol ngobrol, aku langsung diberi berbagai macam literatur, dimulai dari buku panduan software PLC yang mereka gunakan, data data proyek, sampai buku PLC khusus. Pak Leo langsung bilang ke aku, "Santai, aja den!".

Satu masalah sudah berhasil teratasi, tinggal aku menjalani hari hari berikut di departement baru yang aku anggap mungkin cocok dan sesuai dengan biangku. Baca baca baca baca dan baca. Eh, besok aku diminta datang ke kantor oleh Pak Karno. Padahal besok aku mau istirahat di Bontang. Tapi, tak apalah, besok bersama dengan teknisi maintenance lain akan ke lapangan (CPP 1), mau mengganti spare part MMI (Manual Machine Interface). Wow, kelihatan keren, baiklah, sambil berkenalan dengan kontraktor lain.

Hari sudah senja, saat yang tepat untuk kembali ke mess di camp 23. Tiba tiba penjaga mess, datang ke kamarku dan memintaku memnyiapkan semua barang barang setelah maghrib. O, ternyata feelingku tepat, aku pindah dari mess di C2 ke guest house. Hahahaha, hebat sekali hari ini. Seperti yang aku katakan kemarin, benar kan!! hehehe, hanya sementara aku bediam di C2. Ini gara gara aku juga, tidak bilang, kalau aku peserta KP dari universitas (kampus), bukan dari anak STM/SMK. Ternyata fasilitas yang disediakan dibedakan untuk peserta KP dari kampus dan STM dibedakan. Aku menginap di Guest House nomor 7 (GH7). Woaow, ini baru fasilitas, anything you want, ada! 1 guest house minimal ditempati 2 orang, tapi karena aku sendiri ya sudah. Terbalik sekali dengan di mess C2. Di GH7 ada TV, AC, kulkas, dispenser, kamar mandi dalam plus shower hot water, semacam resort lah. Di jamin terjamin!

Perfectlah hari ini!

Hari ke lima

Semoga hanya sabtu ini, saja! Jam 07.00 kembali bekerja, eh, jam 09.00 dengs, biasalah, nunggu kontarktor komplit dulu baru memulai. Tak apalah, sambil mengenal satu sama lain, biar akrab, gitu. Berangkat ke CPP 1, 3 orang checklist lapangan sedangan aku dan teknisi lain ke ruang kontrol mengganti sparepart MMI (Man Machine Interface). Wah, kelihatan ngeri' nih, padahal cuma ganti CPU doang, terus cek cek software PLC, MMI, dan driver communication apakah error atau tidak. Ternyata error. Walhasil, harus dibawa ke bengkel lagi nih CPU sampai tengah hari.

Lanjut, pekerjaan belum berakhir, kembali ke CPP1, lebih tepat lagi ke area stacker. Di sini aku baru tahu apa pekerjaan orang orang teknisi maintenance, yah, sesuai nama, maintenance ~ memelihara. Semua tempat tempat di cek, apakah bermasalah atau tidak, kalau bermasalah segera diperbaiki sebelum dioperasikan. Bisa juga dibilang, 'pria panggilan', eh, maksud aku yah, kalau ada masalah tinggal calling, pasti 'kita kita' akan datang. Hehehe. Oia, khusus orang kayak 'kita kita', jangan heran kalau lagi lewat ada musik musik aneh. Iya, orang orang di sini paling doyan dengan 'dangdut house music', sepanjang lapanagan disetel lah tape dari dalam mobil, nyaring banget lah, jadi lupa kalau lagi dihutan. Hohoho. Ok, bos, sekian hari ini, it's time going back home.

Hari ke enam

I was in Bontang. Yup, pulang kampunglah, bosen kalau di mess mulu. Walau di mess banyak fasilitas yang bisa dipakai, FREE pula. Ada tempat fitness, ruang studio band, dan pemandangan hutan tropis alami tentunya (buat yang suka jogging hehehe). Tapi, tetap saja bosen kalau begitu begitu saja, tidak ada keramaian, terperangkap ditengah hutan perawan yang tidak dijamah oleh penduduk kota. Hah! 1 kata : PULANG! Sampai rumah, hah, nyaman, home sweet home, ganti suasana lah. Walau seharian itu juga tidak ngapai ngapain, GEJE BAT LAH, yang pasti cuma lepas lelah saja. SANTAI...

Hari ke tujuh

Melanjutkan pekerjaan hari sabtu kemarin yang sempat tertunda. Kembali ke ruang kontrol di CPP1, dan bertemu dengan masalah yang sama. Jalan terakhir, terpaksa harus install ulang. Permasalahan terjadi di software, baik PROWORX32, Taylor ProWin, hahaha pasti bagi kalian yang berpengalaman di dunia PLC rada ketawa dengar software tersebut. Jadul. Tapi masih available loh hingga sekarang, toh sudah dipakai bertahun tahun. :) Nah, software software ini pada error, tidak bisa berkomunikasi dengan PLC.

Sambil menunggu CD Installer datang, eh, kita ngobrol ngobrol saja. Mas teknisi ini ternyata kidal, tidak bisa lincah menggerakkan jari jari tangan kanan. Dia bilang habis kecelakaan, ketimpa (aku lupa ketimpa apaan). Saat dibawa ke rumah sakit, dokter bilang, dia kena Tetanus. OMG. Untung saja dia balik ke Surabaya untuk berobat lanjut dan sudah pulih hingga sekarang walau agak kesulitan menggunakan 'mouse' dengan jempol kanan. Sabar, mas. Terus itu dia cerita pengalaman kerja di sini, duh, dia rada rada sebel dengan orang orang di kontrol room ini. Apa apa kalau ada trouble, tidak bisa berbuat apa meskipun first action, langsung telepon maintenance aja, dan suruh buru buru baikin. Aku cuma bisa bilang, ''O.. begitu ya'.

Setelah itu CD installer datang, maksud aku dibawain, dan juga turun langsung pembimbingku. Weis, beres. Melihat suasana di kontrol room, aku jadi pengen tahu lebih dalam, disini apa yang dikerjakan, ya? Yang aku lihat cuma MMI, dan buku catatan. Di dalam buku catatan itu ada tulisan reclaiming dan satu lagi aku lupa, nanti ada efisiensi BBM, stok bb, dan lain lain yang aku tidak ingat. Yang jelas, ya monitoring saja terus entry data (mungkin).

That's all for today. Oia, lupa, satu lagi, hari ini aku ikut Safety Talk. What's that? Ih, aku sudah pernah bilang, semacam briefing di pagi hari sebelum bekerja selama kurang lebih 30 menitan. Safety Talk hari ini berjudul tentang INSOMNIA. Hohoho, tidur itu ternyat bukan aktifitas tapi keperluan. Harus proporsional, kekurangan tidur = kelebihan tidur = morbidity.

7/18/09

DEDEN & KP WANNA BE

Halo. Setelah kemarin memberi tips untuk apply KP, sekarang deden mau sharing apply KP deden sendiri. Tidak ku sangka, untuk melamar Kerja Praktek (KP) atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) tidak semudah yang aku bayangkan. Sempat antusias, sempat semangat, sempat sombong juga, setelah itu sempat khawatir, sempat kecewa, sempat marah, sempat putus asa, sempat apalagi yaa..k? Banyak deh, yang pasti berakhir LEGA.

Bermula setahun sebelum ini, bertepatan di bulan oktober 2008, aku melihat teman teman mulai giat mengurus berkas berkas untuk melamar kerja praktek. Perasaan buru buru amat yak, 2009 aja kale. Bahkan sempat ada yang SELFISH, tidak mau gerak gerik dia diketahui oleh yang lain (takut jatah dia keburu di renggut oleh yang lain… hahaha lebai!), but FYI, 2 bulan kemudian terpampang di papan pengumuman dengan pernyataan yang membuat aku LAUGH OUT SO LOUD.

Ok, langsung saja aku mengurus beberapa berkas yang diperlukan. Saat itu PT Pupuk Kalimantan Timur, Tbk (PKT) di Bontang menjadi pilihanku. Kenapa?

1. Dekat dengan rumah, secara 1 kawasan kota. Sekalian pulang kampong dan mau menunjukkan ke Papa Mama, anakmu akan segera bekerja, walau hanya sekedar tugas eksternal kampus.

2. Teknik Fisika (FT) apalagi ITB, tidak terlalu asing bagi perusahaan ini, malah aku sempat mendengar sendiri dari pihak humas di sana bahwa Teknik Elektro dan Teknik Fisika masih sangat diperlukan.

3. Pengalaman + Link. Jelas!

Kebetulan ada rekan satu FT, ‘si Z’, mau ikut KP bersama saya. Bae’lah, berarti harus ada yang sedikit diubah. Kebetulan administrasi di prodiku rada rada ‘menyebalkan’ (Hehehe, maap n peace, Pak Paino). Padahal hanya selembar surat saja. Kadang namaku kurang 1 huruf, kadang NIM tertukar, kadang alamat yang dituju salah! Untuk mengakali, sampai sampai aku nekat men-scanning, lalu di edit. (Bagi editor, ini bukan hal yang sulit =P). Tanpa ada rasa beban, semua berkas telah beres dan siap dikirim.

2 bulan kemudian, ada surat balasan, cihuy, diterima. Tapi, kok bulan oktober s.d. november, padahal diproposal tercantum bulan juni s.d. juli. Bah! Sempat konsultasi dengan wali dosen, papiku, Bapak MR. Dia juga berpendapat sama, bukankah bulan segitu kalian sudah padat kuliah dan sudah masuk ujian tengah semester.

Deden : Gampang, pak! Bagaimana kalau via e-learning, nanti kalau ada ujian atau tugas yang bersifat wajib, tinggal send to email saja!

Papi : Woh, ndak bisa gitu, dong! Nanti kalau kamu diizinkan seperti itu, yang lain pada ikut ikutan, gimana?

Yah, gapapa, kan aku trendsetter, hahahaa. Ya sudah, KUBATALKAN SAJA! Masih banyak waktu untuk mengirim proposal ke perusahaan lain. Walau agak sedikit sedih, juga!

Hah, pupus! Padahal aku punya link MANTAP, yah, bisa dikatakan ‘orang dalam’, tapi aku tidak manfaakan, takut!!! Habis, ada juga teman satu FT lain tapi beda tahun, yang senasib dengan aku. Nanti, kalau aku diterima, dia bagaimana? Nanti aku dikatain gak solider. Padahal ada juga yang ngirim lebih lambat dari aku dan diterima pada bulan juni s.d. juli. Biarinlah, mungkin saja dia ada prosedur tertentu. Lupakan, PKT!

Sempat vakum hingga akhir februari 2009, karena ada kuliah kerja di Batam, refreshing akhir semester di Singapore, reunian 3IPA1 Vidatra 2006 di Jogja, lalu lomba AEC di Surabaya. Sampai tidak terasa waktu begitu cepat berjalan. Kontak HRD perusahaan ini, perusahaan itu, bahkan aku sempat di ceramahin sampai pulsaku mau habis, gara gara sekedar bertanya FASILITAS. Tanpa fasilitas juga tidak apa apa buat aku, tapi karena aku membawa teman, yah, apa boleh buat. Ok, kali ini, masih di sekitar kawasan Bontang (teteup, Bo!), yaitu PT Indominco. Perusahaan apa tuh, den? Hampir begitu semua teman bertanya, ketika aku bilang nama perusahaan ini.

PT Indominco merupakan salah satu dari Coal Operation PT Banpu. PT Banpu sendiri berkantor pusat di Thailand dan memilik 3 cabang Group Operation: Thailand, China, dan Indonesia. Di Indonesia, PT BANPU dikenal dengan nama PT Indo Tambang MegahRaya, tbk (ITM), berkantor pusat di wilayah Cilandak, Jakarta.

Heum, boleh juga, lagipula Teknik Fisika jarang ku dengar di Perusahaan Tambang atau mungkin aku saja yang tidak update, hehehe. Ada yang bilang, teman teman dari Teknik Pertambangan yang laris manis menduduki jabatan di perusahaan sector pertambangan. Yaiyalah, secara nama saja sudah sinkron. Eits, Teknik Fisika tidak boleh kalah, lihat saja!

Pertengahan Maret 2009, berkas sudah dikirim, dan masih dengan rekan yang sama. Kebetulan aku punya kenalan ‘si H’, yang bekerja di perusahaan ini. Dia membantuku memeriksa apakah berkasku benar benar sampai di bagian HRD. Terutama sejak dihubungi oleh saudara bahwa pengiriman dokumen lebih baik pakai POS KILAT saja karena tertera PO BOX, jangan TIKI. Celaka! Aku pakai TIKI kemarin. PO BOX ini dimaksudkan bahwa semua surat ditampung dalam BOX dan akan diambil seminggu sekali di awal hari kerja. Damn! Benar, saat menghubungi biro TIKI di Bontang, suratku hanya sampai di KM 10 saja. Padahal kantor HRD terletak di KM 30. Untung ada ‘si H’ ini, ternyata suratku sudah diantar kok di tempat yang dituju. Syuuh, aman! Sekarang tinggal menunggu keputusan perusahaan.

Beberapa hari kemudian, dapat informasi bahwa sebaik mungkin dokumenku dikirim ulang ke kantor pusat di Jakarta, tapi tetap minta ditempatkan di Bontang. Walau agak repot, yah, kirim ulang saja. Beeuh, 3 hari kemudian, aku hubungi ke Jakarta, suratku belum sampai. What!! Kok bisa!! Emang sih, waktu itu aku salah tulis alamat tapi tidak begitu fatal. Padahal lantai 8, tapi aku tulis lantai 3. Lagipula, pasti di antar kok, kata pihak HRD DI PT ITM itu.

Kirim lagi aja! kata Mama. Ya sudahlah, kali ini benar benar tidak pakai salah, lengkap dengan pihak yang di tuju, yaitu Bapak AK. Pakai paket super kilat. Sambil menunggu beberapa hari aku kembali telepon ke Bontang.

Deden : Pak, ini bagaimana? 3 bulan lagi bisa gak? Terus Fasilitas di sana ada kan?

Si H : Ih, anak ini! Jangankan 3 bulan nanti, besok juga bisa! Hehehe, tenang aja.

Wah, berarti tidak terlalu mengkhawatirkan. Aku juga sempat dikabari untuk menghubungi Bapak TM, yang bertempat di Jakarta. Mungkin dia bisa ‘membantu’. Saat aku hubungi, lah, dia sudah ditempatkan di Bontang. Piye, iki.

Aku hanya bisa mengandalkan ‘si H’ dan ‘Bapak AK’ saja. Walau sempat juga dapat advice dari Bapak AK untuk mengirim ke tempat lain alias jangan terlalu berharap banyak. Wah, kok gitu? berarti antara pihak di Jakarta dan pihak di Bontang belum sinkron. Heumm, what’s wrong?

Hampir menuju akhir Mei 2009, kenapa masih belum ada kabar? Walau saat itu aku tahu, pasti sudah ada pengumuman tentang peserta KP untuk bulan Juni s.d. Juli 2009. Ampun, kenapa ‘si H’ sulit dihubungi yah. Di sisi lain, aku terus ditanya, bagaimana KP, den? Dengan lantang aku bilang, ‘BERES’. Padahal tidak semulus itu untukku mengucapkan kata ‘BERES’. Sempat putus asa untuk mengganti ke perusahaan lain. Tidak ada kepastian yang jelas. Kemarin bilang ok, sekarang kok aneh gini. Mumet!

Mau mengubah rencana, tapi aku sudah terlalu jenuh untuk mengurus hal seperti ini. Sempat tarik ulur untuk mengambil kembali tawaran dari PKT untuk KP di bulan oktober s.d. desember. Aku pikir ini hal BODOH, lagipula 2 minggu setelah surat itu tiba, TIDAK ADA konfirmasi dari kampus, maka dianggap mengundurkan diri. Ini malah 6 bulan kemudian memberi konfirmasi! Hal ini kemudian diperjelas oleh KAPRODI untuk jangan mengorbankan kuliah hanya untuk KP.

Surat penolakan di buat (meski tidak perlu). Perlu, hanya sebagai formalitas administrasi TU agar kami bisa mengajukan ulang ke perusahaan lain. Saat itu bukan aku yang berkonsultasi dengan KAPRODI (Bapak DK) tapi rekanku itu ‘si Z’. Aku sudah terlalu malas dan gara gara ini juga nilaiku semester ini tidak terlalu signifikan meningkat (walau emang agak membaik dari semester sebelum). Aaaarhh, putus asa. Aku serahkan semua urusan ini sama ‘si Z’ itu.

Sementara memberi kesempatan dia melakukan apa yang harus dilakukan, beberapa hari kemudian, aku dapat kabar dari informan, kami dapat vacancy untuk bulan September 2009 karena untuk bulan juni s.d. juli sudah ditempati oleh mahasiswa lain yang sudah jauh jauh hari mengirimkan lamaran. Sedikit lega, dan langsung saja, aku SMS ‘si Z’. Aku tidak tahu apa yang ada dipikiran dia, malah membuat aku bingung, mungkin dia gak mau mengorbankan kuliah kali! Kan masih September. Padahal kalau dipikir pikir, bulan September 2009, kuliah hanya berlangsung <>

IYA, NANTI AKU BICARAKAN LAGI SAMA BAPAK DK.

Padahal smsku berbunyi, mau atau tidak? Karena saat itu aku juga sedang menghubungi pihak kantor. Malah setelah konsultasi dengan Bapak DK, dia malah minta nomor telepon kantor untuk MEMINTA TANGGAL KEPASTIAN. Ya ampun, surat saja belum datang, apalagi minta tanggal kepastian! Yang ada nanti malah, pembatalan secara sepihak akibat dianggap terlalu banyak menuntut.

Aku sih maklum saja, dia tidak begitu paham membaca situasi. Saat itu, aku bersabar hati untuk mencoba meminta kebijakan lagi dari kantor untuk memajukan jadwal di bulan agustus meskipun belum pasti bagaimana nanti. Saat aku SMS ‘si Z’ agar aku usahakan KP dimajukan dibulan Agustus, baru deh dia membalas OK, DEDEN, I’M WITH YOU. Eeeugh!

Ini tidak semudah yang dibayangkan, TAU! Walaupun aku tetap sabar, sabar, dan sabar, betapa lelah mental dan fisik yang aku perjuangkan, mulai berkas, keep contact kantor, sama sekali tidak ada ujung kepastian yang mendominasi keadaanku saat itu.

Apalagi akhir akhir ini, lebih tepat lagi akhir Mei kemarin, ‘si Z’ itu tidak pernah tanya kabar! Mungkin dia juga marah kali ya, dulu sempat aku bilang, sendiri sendiri sajalah! Walau saat itu tidak berhubungan dengan ini, tapi lebih ke arah apply lamaran ke perusahaan lain, habis, kadang aku jengkel dengan dia karena terlalu cepat STRESS sebelum mencoba.

Waktu itu, dia sedang cari perusahaan perusahaan bahkan sempat aku baca di status facebook dia agar dimudahkan oleh Allah. Padahal setelah dia lapor ke aku, apa yang dia lakukan sih sudah 2 langkah lebih cepat aku lakukan, bahkan aku sudah hubungi pihak HRD, dan masih ku simpan semua di folder emailku. Nah, hal yang paling ku jengkel, waktu dia coba ambil yang PKT itu, seperti yang kubicarakan sebelum ini. Sempat mencoba meyakinkanku, “Izin 2 bulan untuk KP, gagpapa kok, den, kata Kak RS“. Haduuh, bukan gembira, bukan semangat yang kudapatkan, malah semakin malas aku mengurus hal seperti ini.

Terutama waktu tidak dapat izin minta lembar form ke TU, masa’ aku lagi yang urus? Mau enak, tapi tidak mau ambil pusing juga. Aku merasa makin lama makin tidak bereslah. Proposal aku yang urus, apa apa di TU aku juga, perasaan yang aku ingat cuma kontak dia buat siapin CV dan Transkrip deh. Apa aku bisa dibilang korban opportunistic ya?

Agak kesal juga dan sempat gelap hati (istigfar), coba sendiri saja dari dulu, pasti tidak seperti ini. Biarlah, sekarang lebih baik rehat sejenak sambil focus ke ujian akhir semester.

Harapan pun datang pada Juni 2009, lebih tepat lagi di minggu kedua. Di awali bismillah, berniat aku telepon kembali pihak HRD di Bontang, untuk meminta kepastian terakhir, apakah lamaran ini sudah deal diterima atau tidak. Tapi, masih tetap ada rasa optimis untuk minta dipertimbangkan. Untuk kali ini, harus benar benar serius dan semangat!

(Jumat, 05/06/2009) Bu T : “Iya, Pak, ini proposal dari ITB sudah kami terima, coba telepon lagi minggu depan, yah!”.

(Selasa, 09/06/2009) Bu T : “Loh, kan saya bilang seminggu lagi. Begini Pak, ini lagi dirapatkan dengan pihak GA untuk faSilitas, dan keberterimaan dari Pihak ITB”.

(Selasa, 16/06/2009) Bu T : “Baik, Pak. Nanti siang coba hubungi ‘Bapak S’ untuk konfirmasi schedule.”

Semenjak menghubungi Ibu HRD yang satu ini, kok, aku dipanggil Bapak, sih? Tapi, bae’lah, mendengar kata schedule, aku sudah 90% lega. Berarti tinggal keputusan lebih lanjut. Sebelum rapat dengan pihak GA, aku sempat bilang, kalau bisa jangan bulan September, dengan alasan sudah masuk kuliah dan bentrok dengan liburan tadi. Masa’ perusahaan tidak ada cuti juga? Mudahan didengarkan juga.

Siang hari, tepat jam 02.00, saya menghubungi ‘Bapak S’, dan terjawab sudah, insyaAllah Agustus ini, kami dapat jatah untuk KP. Nanti sekitar akhir Juli surat akan segera dikirimkan ke kampus. Alhamdulillah!!!

Di sisi lain aku juga bersyukur kenapa tidak KP di bulan Juni. SANGAT TERJAWAB. Kenapa? Banyak permasalahan di kampus yang mengharuskan saya harus stay. Ada ujian ulang lah, ada berkas ujian hilang lah jadi nilai T (kurang memenuhi syarat lulus), ada juga kegiatan kampus baik internal maupun eksternal. Untung juga belum sempat balik ke rumah atau berlibur ke luar kota. Memang, sudah direncanakan oleh Yang Maha Kuasa. Terima kasih my Allah, ini benar benar kuasaMu.

Boleh jadi, rasa KESALku kemarin belum hilang, apalagi mungkin aku belum kasih tau ‘si Z’ secara lantang. Mau aku beri tahu, eh tidak sengaja dia kepergoki sedang buka photo photo di Facebook, dan di situ ada photoku dengan dia dan ‘MAS’. Tiba tiba dia mengeluarkan ekspresi yang menurutku sejenis ekspresi persaan kesal dari mulut dia, dan

AKU DENGAR ITU!

Tidak salah, aku yakin dia marah dengan aku. Kalau berani jangan dari belakang, mas. Oalaah, yang pantas marah itu AKU! Bukan situ! Berkaca! Yang MATI MATIAN berusaha itu siapa? Yang tidak mau ambil pusing itu siapa? Sempat juga, aku singgung singgung saat berbicara dengan teman teman lain, biar dia tahu.

Sekitar MAGHRIB ada telepon dari dia, dan tidak ku angkat. Bahkan aku REJECT alias kalau dia telepon secara otomatis, ponselku akan menolak nomor dia. Tiba tiba ada SMS, ‘den, boleh ga malam ini ke kostan mu, ada hal PENTING yang mau dibicarakan’. Langsung saja, ku balas, “JANGAN! Aku lagi konsen. Harap Maklum”.

Hingga awal juli ini aku baru mengerti apa maksud dia, kok ada keinginan mau telepon aku saat itu. Oalaah, ternyata dia sudah KP duluan di anak perusahaan TELKOM, di Bandung. Memang benar apa yang dikatakan orang orang, the enemy of my enemy is my friend. Lagipula yang nama teman itu TIDAK SELFISH. Tidak senangkan di selfish-in balik? Mudah mudahan anda semua tidak mengalami hal serupa seperti saya. KECEWA BERAT. Beberapa hari lalu, sempat ketemu teman di Comlabs ITB, aku beri nama ‘si lucu’ deh, habis dia memang lucu kok. J

Si lucu : “Den, kok masih di Bandung, gak KP?”

Deden : “Agustus, temanku!”

Si lucu : “Dimana dan bareng ‘si z’ ya?”

Deden : “Di Bontang. Gak, aku sendiri aja.”

Si lucu : “Loh, gak berdua?”

Deden : “Oh, dia sudah KP duluan.”

Si lucu : “Parah, ga setia kawan tuh dia.”

Tanpa aku ceritakan panjang kali lebar, ‘si lucu’ aja sudah bisa tangkap. Apalagi ketika harus saling bertemu, seperti kegiatan kampuslah, makan bareng yang lainlah, ih, sesak banget hidup ini. Pernah aku dengar, dia nyeletuk, “Habis sih, tiap ngirim surat ga sekaligus ke tempat lain, harus stau demi satu”. Hah, yakin bisa? Tidak ingat waktu tidak diberikan form surat di TU? Apalagi mau ngirim multi-purpose? Hello?

Biarinlah, benar benar tidak ada untung untuk memikirkan hal ini, apalagi sampai stress segala, ih, ga banget deh. So many way that I have to use to pull me through this repugnant thing.

Aku hanya bisa menatap ke depan, menikmati apa yang harus aku nikmati sembari mempersiapkan segalah hal untuk berangkat KP 22 Juli ini (Bukan kami, tapi aku). Pasti akan sangat menyenangkan. Terjun langsung ke lapangan, berinteraksi sesama pekerja, dan jelas hidup di luar kebiasaan yang ada.

Kok Juli, Den, bukan Agustus? Yup, beberapa minggu lalu, saya minta penawaran lagi, agar skejul KP ku dimajukan bulan Juli atau dimundurkan akhir agustus. Kalau dimajukan berarti aku masih bisa mengenyam kuliah setelah KP berakhir atau kalau dimundurkan bisa sekalian liburan lebaran di rumah jadi tidak bolak balik Bandung Bontang meskipun harus bolos 2 minggu lebih. Eh, kamis kemarin, seusai Test Toefl di Unpad Jatinangor, ada telepon dari kantor HRD bahwa jadwalku bisa dipercepat. J

Hehehe, walau agak tergesa gesa, belum ada persiapan dan bingung mau di department mana yang sesuai dengan bidangku, tak apalah, KP kan kuliah juga. Yah, inilah sebagian kisah dari apply KP aku, agak sedikit penuh perjuangan dan cobaan tapi tak apalah, kejutan juga ada, semua ini juga kan bagian dari hidup.

Untuk teman teman lain yang akan KP harap bersiap siap, untuk yang sedang KP, have fun aja, jangan iseng, kerja yang benar, jangan buka facebook mulu dan untuk yang sudah KP, wah, keren, jangan lupa laporan yak! Hahaha.

Mudah mudahan nanti aku sempat sharing Day By Day tentang kegiatan KP selama di sana. Duh, tidak sabar! Bukan seperti di Facebook yang hanya sekedar numpang foto di depan PIPA doang, atau nongkrong di depan kompi aja, udah gitu pakai ponsel kamera VGA, hahahaha (2K-Late abis sih).

Tulisan ini juga bukan untuk mendiskreditkan sesorang tapi hanya sekedar keterbukaan saja. Untuk makhluk tadi, duh, aku mau ngomong apalagi yak, udahlah ya, udah gak penting buat aku. Peace. J Marah? Laporkan sajalah ke Kejaksaan Tinggi kalau merasa sakit hati (memang PRITTA? Hehehe).

Apaun yang terjadi dalam hidupku, aku hanya bisa serahkan kepada Yang Maha Kuasa. Terkadang, kalau malam aku terbangun dan masih langit masih gelap, tak sengaja termenung sambil terlelap untuk mengerti mengapa di dunia ini harus diciptakan orang yang baik dan orang yang jahat. Proses ini akan menjadi pembelajaran hidup agar selalu hati hati kepada seseorang dan bisa bersikap selektif. Hah, tidak sabar menjalani KP, ingin cepat ketemu mamak dan bapak, ingin menikmati kota kelahiran yang hanya aku datangi setahun sekali. Hah, kangen berat… Sampai jumpa, di Bontang.